Breaking News

‎Tiga Kali Ditegur, 15 PKL di 2 Lokasi Akhirnya Ditertibkan Camat Makassar

Makassar,Groupmediacenter.com-Pemerintah Kecamatan Makassar menertibkan sebanyak 15 pedagang kaki lima (PKL) yang menempati lapak di atas saluran drainase di dua lokasi berbeda, yakni Jalan Gunung Salahutu dan Jalan Kerung-Kerung, Selasa (7/4/2026).
Penertiban ini dipimpin langsung oleh Camat Makassar, Tri Sugiarto, didampingi Sekretaris Kecamatan, Ismawaty Nur, serta Lurah Maradekaya Utara, Syech Mahmuddin. Kegiatan tersebut turut melibatkan unsur Tripika kelurahan, RT/RW, anggota Satpol PP BKO Kecamatan Makassar, Satgas Kebersihan, pengawas, hingga Linmas setempat.
Camat Makassar, Tri Sugiarto, menjelaskan bahwa total 15 lapak yang ditertibkan tersebar di dua titik, yaitu di Jalan Gunung Salahutu dan Jalan Kerung-Kerung. Penertiban difokuskan pada bangunan yang berdiri di atas drainase dan telah melanggar aturan selama bertahun-tahun.
“Hari ini merupakan pelaksanaan eksekusi pembongkaran lapak setelah sebelumnya kami memberikan tiga kali teguran secara tertulis serta melakukan pendekatan persuasif kepada para pemilik lapak,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan lapak tersebut tidak hanya melanggar aturan tata ruang, tetapi juga berpotensi menghambat aliran air dan memicu genangan, terutama saat musim hujan. ‎Ia menegaskan bahwa pemerintah kecamatan tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap proses penertiban.
“Upaya penataan kawasan jalan umum yang menggunakan bahu jalan atau berada di atas drainase akan kami tindaki, namun tetap dengan pendekatan persuasif dan humanis serta sesuai prosedur,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tri Sugiarto mengungkapkan bahwa selain di Jalan Gunung Salahutu dan Jalan Kerung-Kerung, pihaknya juga melakukan kegiatan penataan di kawasan Veteran Utara.
‎"Kita melaksanakan kegiatan di tiga lokasi yakni di Jalan Gunung Salahutu, Jalan Kerung-Kerung, dan Veteran Utara. Namun pembongkaran difokuskan di dua titik utama,” ungkapnya.
Ia menambahkan, selama bulan Ramadan pihaknya telah melakukan tahapan administratif dan pendekatan sosial kepada para pedagang, termasuk melibatkan tokoh masyarakat setempat.
“Selama bulan Ramadan kami sudah melakukan tahapan-tahapan dengan bersurat, dan hingga saat ini sudah tiga kali kami memberikan surat teguran. Secara administrasi sudah terpenuhi, dan pendekatan kepada tokoh masyarakat di wilayah tersebut juga kami maksimalkan,” jelasnya.
Tri Sugiarto juga menyebutkan bahwa proses penertiban berjalan lancar karena para pedagang memahami langkah yang diambil pemerintah.
“Alhamdulillah, semua pedagang mengerti dan menerima adanya penertiban dari pemerintah kecamatan,” tutupnya.

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close