Breaking News

Tawuran Pecah di Makassar, 1 Kena Sabetan Parang dan 1 Kena Anak Panah

Makassar,Groupmediacenter.com-Dua warga di Jalan Inspeksi Kanal Sungai Saddang, Kecamatan Makassar, Kota Makassar, jadi korban akibat tawuran antar kelompok warga pada Sabtu (4/4/2026) malam. Mereka saling serang menggunakan batu, busur panah, hingga parang. 

Mereka yang jadi korban itu mengalami luka cukup serius. Satu terkena sabetan parang pada bagian kakinya dan satunya lagi terkena anak panah busur di bagian tangannya.

Aksi tawuran itupun baru meredam setelah personel Polsek Makassar dibantu Tim Jatanras Polrestabes Makassar mendatangi lokasi. Di mana, di lokasi petugas mendapati sebuah motor terbakar. 

Bukan itu saja, di lokasi tawuran juga polisi menemukan sebuah motor yang diduga dibuang ke dalam kanal yang berujung dievakuasi petugas setelah berhasil membubarkan tawuran.

Kapolsek Makassar, Kompol Mustari, saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut membenarkan. Ia menjelaskan bahwa tawuran itu melibatkan dua kelompok warga berbeda.

"Ini antara kelompok Maccini dengan kanal Sungai Saddang RK 4," kata Mustari, Minggu (5/4/2026).

Ia menjelaskan, motor yang dibakar dalam aksi tawuran tersebut diduga milik kelompok warga Maccini. Di mana, motor kelompok yang melakukan penyerangan tertinggi sehingga warga sekitar geram lalu membakarnya.

Begitupun warga RK 4 Inspeksi Kanal Sungai Saddang yang tak terima diserang disebut melakukan aksi balasan yang mengakibatkan satu korban.

"Warga RK 4 juga menyerang sehingga korbannya juga ada satu terkena lengannya busur," sebutnya.

Mustari mengungkapkan, tawuran itu dipicu oleh adanya serangan dari kelompok warga Maccini. Dalam serangan tersebut mengakibatkan jatuhnya korban warga RK 4 Inspeksi Kanal Sungai Saddang.

"Garis besarnya dari Maccini menyerang ke RK 4 sehingga korban ada satu yang ditebas kaki kirinya," ungkap Mustari.

Adapun kedua korban dalam aksi tawuran ini masing-masing di rawat di rumah sakit berbeda. Satunya dirawat di RSUD Daya dan di RS Pelamonia.

Mustari juga menjelaskan bahwa dari penyelidikan sementara pihaknya motif terjadinya aksi tawuran karena masalah dendam lama.

"Jadi itu, rata-rata dendam lama," sebutnya.

Begitupun yang disampaikan Kanit Jatanras Polrestabes Makassar, AKP Hamka, bahwa motif pertikaian tersebut merupakan serangan balasan.

Iklan Disini

Type and hit Enter to search

Close